Fenomena kehidupan itu beraneka rasa
Ada yang membuat senyum mengembang
Ada yang membuat air mata terurai
Ada yang membuat sakit di setiap aliran darah
Disaat hati tergores, sedikit saja
Pun bisa meracuni kehidupan yang lain
Tak tahu apakah yang di luar tahu apa yang berada di dalam
Mungkin memang hanya bisa memandang kulit ari
Menebak-nebak yang tak diketahui
Menerka yang tak mengerti pasti
Ingin rasanya kembali saat menangis pertama kali
Saat melihat dunia pertama kali
Saat melihat dua orang yang paling dicintai pertama kali pula
Serasa seperti kapas
Putih, ringan, tanpa beban
Namun itu hanya asa yang pasti tak akan terwujud
Hidup untuk belajar, atau belajar untuk hidup?
Hidup untuk belajar memahami diri
Dan belajar untuk memahami hidup
Berat memang, butuh hati dan jiwa yang sekuat baja
Namun apa daya, masih belum semampu itu
Apabila berdiri sendiri tanpa tiang
Tidak, tidak akan mampu
Dimana tiang-tiang itu yang bisa membantuku?
Harus mencari kemana?
Karena mau tak mau harus bisa berdiri melawan segala rintangan
Jika tak kunjung ditemukan, berikan makna hidup di sisa hidupku, Tuhan
See, tentang hidup memang pantas direnungkan
No comments:
Post a Comment