Waktu itu kita semua berpanas-panas ria ikutan kegiatan ospek fakultas (agustus 2oo8). Aku yang belum kenal satu sama lain, masih diam tak banyak bicara, baru sekedar kenalan kanan kiri depan belakang :p. Barisan paling depan ada 2 perempuan yang bawel banget, cerewet pula, haha..mungkin memang mereka orang yang supel, gampang ngobrol langsung dengan orang2 yang baru dikenal. Beda banget sama aku..zzzzz.
Yaa itu awal pertama kali aku kenal dengan Pitaloka Naganingrum rantauan dari kota Bogor. Pertama kali liat dia tuh yang badannya kecil, kulitnya putih banget (tapi jatohnya pucet kayak orang sakit :p), dia satu2nya anak yang pake rok pendek pas ospek fakultas teknik hari pertama, padahal semua pake celana panjang, ckckck (kecuali yang berjilbab pake rok panjang). Trus sebelahnya aku ketemu dengan Martika Mayangsari. Kalo yang satu ini asalnya dari Jombang. Kesan pertama aku kira dia masih peranakan cina. Karena aku melihat dari potongan poni dan rambut (potongan rambut ala cewek2 cina Surabaya). Tapi ternyata dia murni anak orang jawa. Dia berkacamata tebel (ga tau deh minus berapa, banyak kayaknya deh, tebel banget gitu :p) dan satu lagi, bawelnyaaa itu lhooo, astagaa. Itu anak paling cerewet pas ospek fakultas saat itu, ckck.
Perkenalan itu berlanjut hingga ospek jurusan. Hingga awal semester satu kita pun kemana2 selalu bertiga. Eh, plus satu lagi pada saat itu! Si Nanda Lokita. Dia itu perempuan tapi kelaki-lakian, haha. Dari fisiknya aja mungkin orang bisa salah mengira kalo dia itu perempuan. Selalu konyol, sesuka hati tapi sebenernya baik hati. Sayangnya frekuensi kita bersama Nanda berkurang dan jarang bertemu karena faktor jam kuliah yang terbentur.
Awal semester 2, ada pendatang baru lagi. Si arab yang punya idung antik nan aduhai, haha (piss Mir :p). ni anak kayaknya dari kecil emang udah hiperaktif deh. Nggak tau makan apa sebenernya, tiap ngomong itu batrenya full, kencengnyaaa udah kayak toa. Tapi ini anak rajin banget, tanggep sama tugas kuliah. Ya paling nggak, aku pengennya juga jadi ikutan rajin, hehe.
Kedekatan kita berempat masih berlanjut hingga sekarang di semester 6. Semester yang udah hampir mendekati titik kritis dalam kuliah. Waktunya berhenti bersenang-senang karena semester ini awal dari puncak “stress” perkuliahan. Di semester 6 juga kita udah mulai mengerti “tujuan dari jurusan kita ini”, lebih tepatnya semester ini adalah waktunya menemukan jati diri di Teknik Industri, hehe (lebai) :p
Inti sebenarnya adalah bahwa kita dididik untuk mencari uang dan punya otak dagang yang bagus serta selalu bisa memiliki tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi dalam segala bidang industri, haha (maaf kalau saya ngaco mendekripsikannya, tapi itu sebenarnya berasal dari lubuk hati saya yang paling dalam kok).
Maka dari itu, sekitar bulan Januari kami berempat mulai ingin belajar bisnis secara nyata. Ide terkumpul, dan akhirnya terpilih bahwa kita akan berbisnis sepatu di bulan Februari. Disini kita memasok sepatu dari Bogor lewat jasa pengiriman. Modal pertama pun hanya sebatas uang saku kita berempat. Awal mula sasaran paling utama adalah teman kampus dan teman kos. Jadi kita masih manual untuk masalah penjualannya. Alhamdulillah, dengan modal pertama, kita mampu membeli 1 kodi sepatu (20 pasang sepatu) dengan 4 model sepatu. Penjualan pertama lumayan membuahkan hasil. Dengan kerja keras, kesatuan persepsi dan hati, mampu membuat kerja sama ini berjalan lancar. Hingga kita bisa balik modal kurang lebih 1 bulan. Perputaran uang itu kita beli produk pembelian 1 kodi yang kedua. Disini kita mencoba mengambil peruntungan lewat sepatu wedges. Sampai saat ini kita masih berupaya keras untuk berbisnis walaupun masih memiliki kewajiban bergelut dengan tugas kampus. Ya semoga bisnis ini terus berjalan lancar dan selalu diberkahi oleh Allah swt. hingga seterusnya.
Amien :)
No comments:
Post a Comment