Minggu-minggu ini lagi padet banget. Dari mulai tugas besar PTLF, responsi PERMOD, tugas besar PERMOD dan juga persiapan seminar KWU. Hwaa bercabang deh pikiranku. Kelompok sana kelompok sini, survei sana sini, lumayan menguras tenaga, ckck. Tapi gpp, tetep harus semangat melewati detik2 akhir hidup di semster 6. Yeeeiiy :D
Alhamdulillah pamflet seminar KWU udah tersebar ke semua penjuru kota Solo, tempel sana sini *hahaha :p dan tinggal 4 hari lagi persiapannya, semoga saat hari H sukses acaranya, amiiienn. Seminar KWU ini juga ada Bazaarrnya lo. Dan kita (PUMMshoes) bakal buka stand di seminar. Hey para pembaca blog (kalo ada :p) dateng ya ke seminar kita tanggal 9 Juni 2011 di depan gedung teknik UNS :D
Simple Concept
Sunday, June 5, 2011
Tuesday, May 31, 2011
"ergonomi" memudahkan segalanya
Pernahkah Anda menyadari makna di balik susunan huruf yang ada pada keyboard komputer? Mengapa huruf “a, s, d, f” terletak di sebelah kiri secara berurutan, sedangkan tombol spasi terletak di bagian bawah? Mengapa tombol anak panah ada di sebelah kanan bawah, tidak ditaruh di tengah saja? Itu semua adalah hasil aplikasi dari ilmu ergonomi. Susunan huruf dibuat sedemikian rupa sehingga tombol huruf yang sering digunakan untuk menulis akan berada dalam jangkauan yang lebih dekat dari tangan kita. Tombol spasi diletakkan di bagian bawah dan ukurannya lebih luas dibanding yang lain, karena tombol ini hampir selalu kita tekan setiap, tatkala selesai menulis sebuah kata. Begitu juga dengan letak tombol panah yang mudah dijangkau tangan kanan, karena tangan kanan kita lebih sensitif sehingga memudahkan untuk mengarahkan pointer.
Contoh lain penerapan ilmu ergonomi di bidang teknologi ialah dalam pembuatan papan penunjuk jalan. Jika Anda pernah memasuki jalan tol, maka akan sering melihat papan yang menunjukkan arah kepada suatu daerah tertentu. Yang menarik ialah mengapa warna yang digunakan pada tulisannya ialah warna putih di atas hijau? Hal ini tak lepas dari apa yang disebut dalam ilmu ergonomi sebagai visual display. Warna hijau dan putih merupakan warna yang cukup kontras di siang hari, sehingga pengemudi akan dapat membaca papan jalan dengan lebih jelas. Sedangkan di malam hari, warna hijau akan terlihat berpandar, apalagi ditambah dengan pancaran sinar dari lampu mobil.
Penggunaan visual display juga ada pada mesin fotokopi. Pada mesin ini, dapat dilihat bahwa tombol “start” terlihat paling besar. Selain itu, tombol “start” yang berwarna hijau dan tombol “off” yang berwarna merah menunjukkan kontras yang berbeda dengan tombol-tombol lainnya. Sehingga pengguna mesin tak akan keliru menekannya karena kedua tombol itu merupakan tombol yang penting dalam penggunaan mesin fotokopi.
Papan ketik komputer, papan jalan, dan mesin fotokopi hanyalah sebagian contoh kecil dalam kegunaan ergonomi yang ada di sekitar kita. Pertanyaannya, apakah ergonomi dapat membantu manusia agar bisa melakukan pekerjaannya dengan lebih cepat? Tentu jawabannya adalah ya. Secara mikro, ergonomi membuat manusia menjadi lebih nyaman dalam melakukan suatu pekerjaan. Terlebih jika kita mengukurnya secara makro, maka akan ditemukan bahwa dalam suatu industri besar, terdapat mesin-mesin yang setiap bagiannya sudah dirancang agar dapat melakukan suatu proses dengan baik dan cepat.
Ambil contoh dalam industri pembuatan kertas. Di sana terdapat berbagai mesin seperti mesin penghancur kayu, mesin pembuat bubur kertas, mesin pewarna kertas, mesin pengering, sampai mesin pemotong kertas. Apa jadinya bila salah satu mesin tersebut didesain tanpa adanya ilmu ergonomi? Misalnya, pada mesin pengering yang tak didesain dengan baik, sehingga pekerja yang menangani mesin tersebut tak tahu pada suhu berapa mesin tersebut bekerja. Mesin pengering yang seharusnya bekerja pada suhu 1000C malah di-set pada suhu 2000C, sehingga kertas jadi terbakar. Tentunya hal yang kecil ini — tak adanya indikator suhu pada mesin pengering — dapat menimbulkan efek domino dalam keseluruhan industri pembuatan kertas.
Yang perlu dievaluasi kembali sekarang ialah apakah setiap benda yang kita pakai sudah didesain secara ergonomis? Jawabannya ialah tidak. Desain keyboard tadi misalnya, desain itu merupakan desain yang dirancang oleh orang-orang Barat yang umumnya menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya. Sehingga susunan tombol yang ada pada papan ketik kita merupakan desain yang belum tentu cocok dengan orang Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan kalahnya kita dalam persaingan global antar negara. Contoh lain lagi ialah desain ketinggian meja kerja. Orang Indonesia yang rata-rata tingginya di bawah rata-rata tinggi orang Barat, sedangkan meja kerja yang dipakai didesain untuk orang Barat, maka yang didapat saat bekerja ialah kekurangnyamanan, dan hal ini akan menurunkan kinerja pegawai yang menggunakan meja kerja itu.
Lalu, langkah apakah yang harus dilakukan bangsa Indonesia? Kita harus membuat produk khas dan memakai produk dalam negeri. Produk dalam negeri didesain sesuai dengan kenyamanan tubuh penduduk Indonesia. Dengan ilmu ergonomi, maka produk yang dibuat dapat membantu kinerja para pegawai dalam mengoptimasi pekerjaannya. Jika setiap pekerjaan kecil yang dilakukan sudah memberikan hasil yang optimal, lalu akumulasi pekerjaan-pekerjaan kecil itu ditempatkan dalam suatu sistem yang benar, maka akan terjadi sinergisasi yang akan membuat suatu sistem bekerja secara optimal.
Bayangkan, efek yang timbul jika keilmuan ergonomi diterapkan di setiap bidang kehidupan di negeri ini. Mulai bidang pemerintahan sampai di bidang perindustrian akan berjalan penuh harmoni. Maka, visi Indonesia sebagai negara industri yang berkarakter budaya timur pun akan dapat terakselerasi dengan baik. ***
Kecantikan Kota Solo
Kesenian dan budaya di Solo sampai sekarang masih dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Hal inilah yang menarik perhatian wisatawan asing menikmati kebanggaan kota Solo. Salah satu adat yang dikenal banyak orang adalah upacara sekaten, yaitu semacam pasar dan permainan yang diadakan di alun-alun Solo. Upacara sekaten diadakan setahun sekali selama satu minggu penuh. Upacara dimulai dengan dibunyikannya gong dari Keraton Solo dan diiringi oleh Kirab Kraton. Tradisi ini sudah menjadi aktivitas tahunan yang melekat di hati masyarakat Solo dan sekitarnya. Kegiatan di tempat tersebut menyerupai pasar malam dimana menjual berbagai macam barang, pernak pernik perhiasan, pakaian, dan mainan anak-anak dengan harga yang relatif murah dibawah harga rata-rata. Banyak pula warung makan dengan tenda-tenda di sekitar arena sekaten untuk menjajakan makanan mereka kepada para pengunjung yang datang. Banyak juga aneka permainan yang ada di acara sekaten, seperti bianglala, tong setan, komedi putar, dan aneka suguhan lain seperti konser musik. Pada umumnya setiap harinya tidak pernah sepi pengunjung, terutama pada malam hari.
Selain itu, kesenian kota Solo tidak lepas dari batik. Bahkan saat ini batik mampu membuat Indonesia bersinar di mata dunia karena batik sudah menjadi identitas bangsa. Batik sangat identik dengan citra elegan dan anggun. Kain warisan leluhur ini seperti tak lekang oleh waktu. Dari tahun ke tahun, popularitas batik tidak pernah pudar, bahkan semakin lama semakin berkembang pesat. Dahulu umumnya batik hanya dipakai oleh orang tua dan hanya untuk acara formal saja. Namun sekarang batik sudah merajai berbagai kalangan, dari anak kecil, remaja hingga orang tua. Salah satu produsen batik ternama di kota Solo adalah batik koleksi Danar Hadi yang didirikan oleh H. Santosa Doellah dan Hj. Danarsih Santosa. Aneka motif batik khas Danar Hadi disulap menjadi busana yang cocok untuk dikenakan di berbagai kesempatan dari segala golongan umur. Usaha keluarga yang didirikan sejak tahun 1967 ini terus berkembang pesat, kemudian menjadi usaha yang bergerak dari hulu berupa pembuatan benang tekstil, hingga ke hilir berupa pembuatan garmen. Usaha batik Danar Hadi bukan hanya dalam batik tulis dan batik cap, tetapi juga tekstil dan garmen nonbatik. H. Santosa Doellah, sang kepala keluarga, dialah yang paling memahami desain dan nilai seni batik. H. Santosa Doellah memiliki koleksi batik yang berasal dari abad ke-19 yang diproduksi rumah batik Belanda. Beliau juga mengoleksi 1.000 kain batik bermutu milik peneliti dan kolektor batik asal Belanda, Veldhuisen. Semua disimpan di museum batik Danar Hadi di Solo. Selain batik Danar Hadi, ada juga koleksi batik terkenal yang lain seperti batik Semar serta batik Keris.
Batik di kota Solo bukan hanya dilahirkan dari produsen batik ternama. Tetapi masih banyak produsen batik home industry yang mampu bersaing di pasaran. Contohnya adalah produsen batik di Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman. Banyak home industry yang bisa menarik konsumen karena pekerjaanya yang manual, sehingga menimbulkan kesan lebih halus dan rapi. Sistem dari home industry batik adalah borongan. Jadi para pekerjanya rata-rata adalah penduduk sekitar. Dengan adanya home industry tersebut, secara tidak langsung dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Solo. Selain itu, batik juga banyak ditemukan di Pasar Klewer dan Pusat Grosir Solo (PGS). Di kedua tempat itu, pecinta batik dapat membeli batik dengan harga yang lebih terjangkau.
Kesenian lain yang lebih kental di kota Solo adalah pertunjukan wayang kulit dan wayang orang. Pertunjukan wayang kulit seringkali dimainkan di Sriwedari. Banyak cerita pewayangan yang disuguhkan disana, dari cerita Ramayana hingga Mahabharata. Dalangnya pun banyak yang terkenal, seperti Ki Anom Suroto dan Ki Narto Sabdo. Tokoh-tokoh wayang kulit ini ada banyak macamnya, dari seorang kesatria seperti Gatut Kaca, Kresna dan Punakawan yang diantaranya adalah Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Namun sekarang ini wayang kulit sudah hampir terlupakan oleh masyarakat modern. Mereka seolah-olah sudah melupakan warisan leluhur yang sangat menbanggakan ini. Tak ingin wayang kulit ‘mati’, maka para seniman kota Solo masih aktif mengapresiasikan dan berusaha membangkitkan kesenian khas Jawa ini supaya tidak menjadi punah.
Sama halnya dengan wayang kulit, pertunjukan wayang orang juga masih menjadi daya pikat kota Solo. Pertunjukan wayang orang sering dimainkan di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari. Jelas hal tersebut membuat suasana kesenian di Solo semakin kental. Namun kondisi wayang orang Sriwedari Solo, kini semakin memprihatinkan. Bukan hanya penonton yang nyaris tidak pernah memadati setiap pertunjukan, tetapi kesan sebagai kesenian yang pernah menjadi indikator kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa pun sekarang sudah tidak nampak lagi. Meski setiap malam berlangsung pentas wayang orang, namun suasana sangat sepi karena tak ada pengunjung yang datang untuk menonton. Tetapi hal tersebut lantas tidak menurunkan semangat para seniman kota Solo untuk selalu mengobarkan kesenian asli Jawa supaya tetap menjadi pribadi yang teguh.
Keraton Solo juga menjadi tempat kunjungan wisata di kota Solo yang cukup menarik. Disana terdapat ditemukan sejarah mengenai seluk beluk raja-raja penguasa Jawa jaman dulu. Hal tersebut dapat diketahui dari museum yang terdapat di kawasan Keraton Solo. Banyak macam-macam benda pusaka yang disimpan disana, dari senjata perang hingga kereta kencana yang digunakan sebagai kendaraan pada saat raja-raja berkuasa di jamannya. Keraton Solo masih mencerminkan budaya asli Jawa yang dapat dilihat dari desain arsitekturnya berupa ukir-ukiran yang masih utuh dan tidak berubah.
Apabila berkunjung di kota Solo tidak lengkap rasanya bila tidak membawa barang yang satu ini yaitu souvenir-souvenir cantik yang lekat dengan nuansa dan corak Jawa. Daerah penjualannya yaitu di Pasar Triwindu. Pasar Triwindu ini sudah mengalami beberapa kali perpindahan tempat. Saat ini Pasar Triwindu berada di daerah Ngarsopuro. Disini dapat ditemukan beraneka macam patung, wayang kulit dengan berbagai macam watak, lukisan kain, lukisan batu, pernak-pernik dari kuningan, tembaga bahkan barang-barang antik yang memiliki nilai seni yang tinggi. Pasar Triwindu dapat dijadikan objek tujuan kunjungan ke Solo untuk mendapatkan barang khas kesenian Jawa.
Selain itu, daerah Ngarsopuro juga menjadi sasaran unik yang bisa dikunjungi. Disini terdapat Pasar Ngarsopuro yang terletak di jalan yang menghubungkan antara kawasan citywalk Jalan Slamet Riyadi dengan Pura Mangkunegaran. Pasar Ngarsopuro memiliki tata bangunan dan tata lingkungan yang cukup bagus. Disana banyak terdapat ornamen dan topeng beraneka macam watak yang dipasang di sepanjang jalan disekitar Pasar Ngarsopuro sehingga membuat suasana terasa unik. Dinding di kanan kiri jalan dihiasi oleh lukisan karya-karya seniman yang mampu membuat pasar ini menjadi lebih indah. Di ujung jalan dekat citywalk Jalan Slamet Riyadi, berdiri beberapa lampu sarang burung yang menambah semaraknya suasana di Pasar Ngarsopuro pada malam hari. Namun cukup disayangkan, beberapa diantaranya sudah mengalami kerusakan dan belum diperbaiki.
Untuk kuliner, kota Solo memiliki tempat khusus umtuk menjual beraneka ragam makanan. Tempat tersebut berada di daerah Gladak Langen Bogan atau familiar dengan sebutan Galabo. Tempat makan ini hanya buka pada malam hari karena pada saat siang lokasinya merupakan jalan raya depan Pusat Grosir Solo (PGS). Disini masyarakat kota Solo atau bahkan dari luar kota dapat menikmati macam-macam menu khas. Menariknya, seringkali ada pertunjukan live music yang dapat menambah suasana saat makan menjadi lebih menyenangkan.
Monday, April 11, 2011
Order Lewat Udara
Asiiikkk.. awal bulan April ini, kita dapet order sepatu dari Purwokerto. Ini adalah pertama kalinya kita bakal pake jasa pengiriman TIKI. Setelah ada kesepakatan dari kita dan pihak pembeli, kita langsung prepare segalanya. sepatu ready dan siap dipackaging. Ipeh (si pembeli) hari minggu, tanggal 3 april 2011 melakukan transfer uang ke kita (berikut untuk 2 pasang sepatu dan ongkos kirimnya). Besok paginya paket sepatu siap dikirim. Pake jasa TIKI dengan pengiriman kilat ke Purwokerto. Bismillah, semoga selamat sampai tujuan, bgtu pikirku.
Besok siangnya, aku dapet sms.
“kirimannya udah sampai, makasih ya”
Horeee..paket sepatu kita syukur Alhamdulillah udah sampai ke tangan yang benar, hehehe. Pelanggan senang, kita pun juga senang :D
Mari—mari, buat para pembaca blog aku (kalo ada sih, hehehe) silahkan kalo ada yang mau order juga boleh lho, ditunggu J
Bazaar Bazaar
Boleh cerita dikit ni. Kemaren tanggal 24-25 Maret 2o11, bisnis sepatu kita ikutan bazaar di fakultas Arsitektur. Kita buka lapak disitu, hehe. Untung ketiga temanku ini kendaraan pribadinya adalah motor matic. Dengan modal tas untuk tempat laundry sebagai tempat ngangkut sepatu dari kosan ke kampus, kita udah kayak orang mau minggat aja, haha. Tapi jadi dimudahkan bawa barang dagangan kita pake motor matic kok, hehe.
Di bazaar itu kita nyebar pamflet kecil berisi alamat facebook dan contact person, dengan tujuan kalau ada yang mau order di luar bazaar bisa langsung menghubungi kita. Syukur Alhamdulillah, dari 2 hari itu ada yang order sepatu kita. Asikk asikk :D
Jujur aja, cari uang itu susah. Walaupun cuman duduk2 nunggu di bazaar, tapi hal kayak gitu capek juga lho. Tapi seenggaknya kita punya “obat” dari buka lapak itu, kita bisa dapet uang.
Yeeeiiyy :D
Bisnis Kita Punya Nama
Yeeeeiii.. akhirnya bisnis sepatu kita punya nama juga.
PUMM Shoes
Kenapa PUMM Shoes???
PUMM diambil dari potongan nama kita berempat.
P diambil dari Pitaloka
U diambil dari namaku Ulan
M diambil dari Martika
M yang satu lagi berasal dari nama depan Mira
Ide nama itu dipilih setelah mengikuti pemilihan ketat :p. dan akhirnya kita sepakat pake nama PUMM Shoes J
Oiyaa.. kita juga punya akun facebook lhoo..
Join yaaa.. namanya PUMMshoes Shop
jangan lupa dilihat koleksinya, syukur2 mau order, hehehe :)
Subscribe to:
Comments (Atom)













